Menko Perekonomian Sambut Dengan Baik Usulan Santri Pasundan

Serang, Banten – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini menerima audiensi Pimpinan Pusat (PP) Santri Pasundan serta menyambut baik usulan pengurus dari organisasi santri yang berbasis di Provinsi Jawa Barat dan Banten itu.

“Alhamdulillah kami disambut hangat oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Pak Menko menerima dengan baik usulan kami agar pemerintah lebih mendorong pertumbuhan ekonomi pesantren,” kata Ketua Umum PP Santri Pasundan Aceng Ahmad Nasir di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Ketua Umum Santri Pasundan mengemukakan keterangan tersebut ketika ditanya wartawan per telpon dari Serang Banten terkait hasil pertemuan PP Santri Pasundan dengan Menko Perekonomian pada 2 September 2021.

Dalam pertemuan dengan Menko Perekonomian, Pimpinan Santri Pasundan menyampaikan berbagai persoalan, terutama dampak yang terasa, khususnya di lingkungan masyarakat kecil maupun kaum santri terkait persoalan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Tetapi Aceng Nasir juga mengapresiasi langkah pemerintah yang relatif efektif dalam penanganan pandemi COVID-19 pada umumnya dan penyelenggaraan vaksinasi nasional khususnya.

Menurut dia, PP Santri Pasundan lebih lanjut meminta pemerintah untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi pesantren serta menggenjot entrepreneurship (kewirausahaan) para santri.

Selain itu diharapkan adanya program bantuan khusus bagi pengembangan usaha untuk para guru ngaji di pedesaan yang belum tersentuh bantuan pemerintah disebabkan persoalan administratif maupun informasi yang belum diterima secara menyeluruh.

“Maka kami usulkan untuk dibentuknya Garda Ekonomi Santri untuk mempersiapkan para santri yang akan mengabdi di tengah masyarakat, sehingga mereka menjadi santri yang mumpuni secara keilmuan dan tangguh secara ekonomi,” kata Aceng Nasir.

Menanggapi adanya usulan bagi pengembangan ekonomi pesantren, Menko Perekonomian menyatakan siap turun langsung ke beberapa pesantren tradisional serta akan melaksanakan program percontohan, dimulai di Sukabumi Jawa Barat yang merupakan tanah leluhurnya untuk kemudian akan dilakukan di daerah-daerah lainnya.

Menko Perekonomian yang didampingi Staf Ahli bidang Ekonomi Frangky Sibarani yang merupakan mantan kepala BKPM itu juga menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan dorongan fiskal kepada para pengusaha kecil dengan mengeluarkan kebijakan KUR (keredit usaha rakyat) yang bunganya sebesar 3 persen.

Khusus terkait usulan adanya penurunan suku bunga untuk para pengusaha menengah ke bawah, Menko Perekonomian yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar itu menyatakan bahwa usulan tersebut akan segera dikaji secara mendalam oleh Tim Kemenko Perekonomian. (Ant)