Gapensi Lebak Dukung Tol Serang-Panimbang Untuk Percepat Ekonomi Lokal

Lebak – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia ( Gapensi) Kabupaten Lebak mendukung pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Kami yakin dengan adanya jalan tol itu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat, ” kata Anggota Gapensi Kabupaten Lebak Rusli di Lebak, Kamis.

Pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang dipastikan dapat mempercepat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wilayah pesisir selatan Provinsi Banten juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Kemungkinan besar Kabupaten Lebak lepas dari ketertinggalan, bahkan bisa sejajar dengan daerah Tangerang Raya.

Dampak jalan tol itu dipastikan akan dibanjiri investor domestik maupun mancanegara, karena kemudahan akses transportasi yang berdekatan dengan Pelabuhan Internasional Bojonegoro dan Bandara Soekarno-Hatta.

Selain itu juga keunggulan Kabupaten Lebak memiliki potensi sumber daya alam ( SDA) yang luar biasa dengan melimpahnya sektor perikanan, peternakan, perkebunan, pertambangan dan pariwisata.

Mereka para investor akan melirik Kabupaten Lebak, karena harga pembebasan lahan juga murah dibandingkan wilayah Jabodetabek.

Selain itu juga Kabupaten Lebak akan tumbuh pemukiman baru dan menampung jutaan warga DKI Jakarta, karena saat ini Ibukota Negara padat penduduk juga kemacetan.

Pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan seluas 3.000 hektare di Kecamatan Cileles untuk dijadikan Kawasan Industri Terpadu (KIT).

Kawasan industri itu nantinya menyerap ribuan tenaga kerja, sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan kemudahan proses perizinan bagi investor, karena menyumbangkan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) daerah yang pada akhirnya bermuara kesejahteraan masyarakat setempat meningkat,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, keberadaan KIT tersebut tentu masyarakat harus bersinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional maupun lokal akibat dampak pandemi COVID-19.

Karena itu, Gapensi Lebak dengan menggandeng TNI melaksanakan pelayanan vaksinasi gratis guna mempercepat kekebalan komunal atau herd immunity di Indonesia.

Apabila, cakupan realisasi vaksin itu mencapai 70 persen dipastikan Indonesia terbebas penyakit yang mematikan itu.

“Jika kita terbebas COVID-19 maka pertumbuhan ekonomi kembali normal,” ujarnya menambahkan.

Ia mengharapkan kawasan-kawasan industri itu nantinya harus berbasis kearipan lokal dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Disamping itu juga berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat dan ulama saling mendukung dan menciptakan keamanan dan ketertiban.

Sebab, para pengusaha menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap pembangunan Jalan Tol Serang Panimbang yang dikerjakan PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) bisa secepatnya rampung dan dioperasikanya,” katanya.

PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) sebagai entitas anak WIKA merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) pada 22 Februari 2017 untuk membangun Jalan Tol Serang-Panimbang yang melintasi kabupaten/kota, yaitu Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.

Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang dikerjakan melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang terdiri atas tiga seksi yaitu Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang-Rangkasbitung, Seksi 2 sepanjang 24,17 km menghubungkan ruas Rangkasbitung-Cileles, dan Seksi 3 sepanjang 33 km yang menghubungkan Cileles-Panimbang.

Untuk Seksi 1 dan 2 menjadi porsi BUJT WSP dan seksi 3 menjadi porsi pemerintah.

Untuk Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1, saat ini progres konstruksinya mencapai 96,63 persen dan kemungkinan akan segera dioperasikan.

Sedangkan untuk Seksi 2 dan 3 masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres Seksi 2 mencapai 75 persen dan Seksi 3 sebesar 64,21 persen. Seksi 2 dan 3 ditargetkan selesai konstruksi pada Agustus 2023. (Ant)