Cegah Terorisme, Polres Lebak Optimalkan Program Deradikalisasi

Lebak – Kepolisian Resor (Polres) Lebak mengoptimalkan program Deradikalisasi guna mencegah paham ideologi radikalisme, terorisme dan komunisme.

“Hingga kini program deradikalisasi berjalan, bahkan lebih kita optimalkan lagi ” kata Kapolres Lebak AKBP Teddy Rayendra di Lebak, Jumat.

Program deradikalisasi dinilai sangat efektif untuk mencegah paham radikalisme, terorisme, komunisme dan ajaran sesat.

“Meskipun kondisi wilayah Kabupaten Lebak aman, kondusif dan damai, namun kita tetap melakukan antisipasi,” ujarnya,

Kegiatan Deradikalisasi itu melibatkan semua komponan masyarakat, alim ulama, pesantren, tokoh agama hingga organisasi keagamaan juga Muspida setempat, dan dilaksanakan setiap tiga bulan.

Ia mengatakan, saat ini, wilayah Kabupaten Lebak tidak ada jaringan paham radikalisme maupun terorisme.

Kendati pun, terdapat ustadz yang mengajar di Pesantren Rehab Hati Kecamatan Warunggunung yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri diduga terlibat terorisme itu pelarian dari Pulau Sumatra.

Menurut dia, dua hari sebelum melakukan penangkapan oleh Densus 88 Mabes Polri juga berkoordinasi dengan Polres Lebak.

“Penanganan jaringan terorisme itu ditangani Densus 88 Mabes Polri. Kita hanya koordinasi saja dan sepenuhnya untuk penanganan terorisme itu Densus 88,” katanya menjelaskan.

Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Ahmad Hudorimengajak masyarakat mampu menangkalpaham radikalisme dan terorisme, karena bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Sekarang kelompok penyebaran ideologi paham radikalisme dan terorisme mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi digitalisasi melalui media sosial.

Penyebaran penggunaan media sosial itu dinilai lebih efektif dan mudah untuk mempengaruhi masyarakat, terutama kalangan generasi anak muda.

Sebab, kalangan anak muda merupakan fase mencari jati diri sehingga lebih mudah untuk menpercayai pada media sosial tanpa termasuk persoalan agama.

“Kami minta generasi muda dapat menangkal gerakan paham radikal dan teroris itu,” katanya. (Ant)