Vaksinasi pintu ke pintu Dilakukan di Desa Kadu Agung Timur

Lebak, Banten – Untuk mensukseskan program vaksinasi di Desa Kadu Agung Timur Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak dilakukan pelayanan dari pintu ke pintu guna mencegah munculnya gelombang ketiga COVID-19.

“Kita mengapresiasi tingginya minat masyarakat di sini untuk menjalani vaksinasi,” kata Kepala Desa Kadu Agung Timur Kabupaten Lebak
Nensy Anggraeny saat ditemui di Lebak, Jumat.

Berdasarkan hasil musyawarah masyarakat di empat lingkungan Rukun Warga ( RW) dan 28 Rukun Tetangga ( RT) sepakat program vaksinasi dilakukan pelayanan pintu ke pintu atau “door to door”.

Pelayanan vaksinasi dari pintu ke pintu dinilai lebih efektif dengan melibatkan vaksinator puskesmas juga tim kesehatan didampingi satgas desa setempat untuk mendukung program pemerintah.

Manfaat vaksinasi itu cukup besar, selain untuk kesehatan juga persyaratan mendapatkan program sosial juga persyaratan administrasi lainnya.

Masyarakat Kadu Agung Timur berpenduduk 10 ribu jiwa dengan 2.200 KK itu tentu menyambut positif pelaksanaan vaksinasi dengan cara jemput bola pintu ke pintu.

Sebab, pelayanan “door to door “, sangat memudahkan masyarakat untuk menerima vaksinasi juga tidak mengeluarkan biaya angkutan transportasi.

Bahkan program gebyar vaksinasi yang dilakukan tanggal 15 sampai 20 November 2021 cukup berhasil hingga mencapai 600 orang menjalani vaksinasi.

Saat ini, kata dia, lokasi Desa Kadu Agung Timur yang berada di perkotaan juga banyak warganya yang sudah menjalani vaksinasi melalui pelayanan yang dilaksanakan TNI, Polri, BUMN, Pengusaha, Pemkab Lebak, Puskesmas dan Pasar Rangkasbitung.

“Kami menargetkan vaksinasi hingga Desember mendatang sebanyak-banyaknya dari target 5.000 jiwa itu,” kata Nensy yang juga Sarjana Keperawatan.

Ingin perubahan

Menyinggung keinginan menjabat kepala desa, kata Nensy , bahwa dirinya ingin memajukan warganya agar ada perubahan untuk kemajuan diberbagai bidang kehidupan mulai ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial.

Disamping itu juga ingin mendorong semua anak – anak bersekolah untuk menerima pendidikan yang baik dan jangan sampai ada anak putus sekolah.

Pendidikan menjadikan sangat penting untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia ( IPM) dan sumber daya manusia ( SDM).

“Kami minta anak- anak jangan sampai ada yang putus sekolah, terlebih pemerintah sudah menggratiskan biaya pendidikan, ” katanya menjelaskan.

Ia juga mendorong derajat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan usia harapan hidup ( UHH).

Pemerintah desa juga akan memberdayakan para pelaku UMKM agar menjadikan pendapatan unggulan ekonomi masyarakat, seperti berkembangnya industri tempe dan kuliner.

Oleh karena itu, dirinya dalam waktu dekat akan membuat RPJMDes dan dikembalikan bagaimana keinginan masyarakat untuk melakukan perubahan kemajuan sehingga bermuara pada kesejahteraan.

RPJMDes itu , katanya, nantinya dialokasikan dari Dana Desa (DD) untuk pembangunan infrastruktur dan ekonomi juga peningkatan IPM.

“Kami prinsifnya hidup itu ingin berguna dan bermanfaat membangun masyarakat agar kehidupan mereka ada perubahan dan kemajuan kearah yang lebih baik dan sejahtera,” kata Nensy yang memiliki partisipasi hak suara pilkades terbesar di Provinsi Banten hingga lebih 3000 suara.(Ant)