Hadapi Fenomena La Nina, Distanbun Lebak Ajak Petani Ikut Asuransi

La lina
Sumber : Akurat

Sahabat Rakyat Banten – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak mengajak para petani menjadi peserta Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP), untuk menghadapi fenomena La Nina yang berpotensi menimbulkan bencana alam di daerah Lebak.

Adapun asuransi ini berguna untuk melindungi petani jika mengalami gagal panen, dan mereka akan mendapatkan ganti kerugian sebesar Rp6 juta/hektare.

Menurut Kepala Bidang Penyuluh Distanbun Kabupaten Lebak, Deni Iskandar menjelaskan bahwa dengan mengikuti AUTP petani akan mendapatkan perlindungan jika terjadi gagal Panen.

“Kita terlindungi jika mengalami gagal panen yang menimbulkan kerugian,” kata Deni, pada Minggu, (08/11/20).

Adapun Keuntungan peserta AUTP jika mengalami gagal panen maka mereka akan mendapatkan ganti kerugian sebesar Rp6 juta/hectare, dan para petani cukup membayar premi Rp36 ribu/hektare dari seharusnya Rp180 ribu/hektare, sebab pemerintah sudah memberikan subsidi.

“Kami tidak henti-hentinya mensosialisasikan AUTP agar petani menjadi peserta dan jika mereka gagal panen mendapat ganti rugi itu,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, menghadapi fenomena La Nina yang ditandai curah hujan meningkat disertai angin kencang, sehingga berpotensi bencana alam yang mengakibatkan gagal panen. Gagal panen itu bisa disebabkan banjir, longsor dan serangan hama wereng maupun penyakit tanaman lainnya.

Diperkirakan sekitar 50 persen dari 1.500 kelompok tani di Kabupaten Lebak yang belum tergabung dalam asuransi pertanian tersebut. Pihaknya menargetkan semua kelompok tani bisa menjadi peserta AUTP yang bekerja sama dengan PT Jasindo.

Distanbun juga berharap PT Jasindo segera membuka anak cabang di Rangkasbitung untuk kemudahan pelayanan kepada petani. Saat ini, petani kesulitan untuk mendapatkan pelayanan karena jarak Jasindo cukup berjauhan.

“Kami yakin jika Jasindo berada di Rangkasbitung dipastikan semua petani bisa menjadi peserta asuransi pertanian,” katanya. (IR)