Fiersa Besari Ajak Followers Twitter Dukung Buruh Tolak Omnibus Law

fiersa besari (source : Google)

Sahabat Rakyat Banten – Pasca Disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR pada Senin lalu (5/10/2020), berbagai tuntutan dan aksi dikerahkan oleh berbagai pihak, khususnya kaum buruh yang merasa dirugikan. Hingga saat ini demonstran terus menuntut hak mereka dengan aksi demonstrasi dan mogok nasional sebagai bentuk penolakan atas pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Aksi tersebut mendapat reaksi beragaram dari para tokoh, artis, hingga masyarakat. Salah satu reaksi diberikan yaitu dari artis Fiersa Besari. Lewat akun Twitternya @FiersaBesari, ia mengajak pecinta sepakbola hingga penggemar K-Pop, dan lainnya untuk bersatu mendukung buruh.

“Teruntuk pencinta sepak bola, pencinta K-Pop, akun anon, mas-mas dan mbak-mbak cringe, akun open BO, pemburu giveaway, dsb, bersatulah. Kepentingan buruh adalah kepentingan kita juga. Malam ini adalah bukti bahwa rakyat tidak diwakili oleh dewan, melainkan oleh rakyat itu sendiri,” tulis @FiersaBesari diakun Twitternya(6/10/2020).

Cuitan tersebut lantas diserbu oleh komentar netizen. Salah satunya oleh akun @wahcuitan.

“Derita anak 1998: Lahir pas kerusuhan. Sewaktu SMP jadi angkatan pertama UN 20 paket. Pas SMA menjadi uji coba kurikulum 2013. Pas lulus kuliah ada corona. Setelah lulus, UU cipta kerja diresmikan. Yok bisa yok!,” tulis dia.

Hal serupa juga disampaikan oleh politisi Fahri Hamzah selaku mantan wakil ketua DPR. Ia kembali mengingatkan pimpinan dan anggota DPR RI untuk tidak lepas tangan dengan apa yang terjadi sekarang, karena Aksi dan Mogoknya buruh beberapa hari adalah sebab dari pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja yang DPR lakukan.

Peringatan tersebut disampaikan Fahri Hamzah di akun Twitternya @fahrihamzah.

“Pimpinan dan anggota @DPR_RI jangan lepas tangan..kalian dipilih untuk menanggung perasaan dan aspirasi rakyat… bertemulah dengan rakyat dan jangan lari…kita harus mau dialog dan berbicara,” tulis Fahri.

Dari cuitan tersebut, Fahri Hamzah menginginkan para anggota DPR untuk membuka ruang dialog bersama rakyat sebagai bentuk pertanggungjawaban dari wakil rakyat. (IR)