Curah Hujan Tinggi, Banten Patut Waspadai Dampak La Nina

Hujan Di Ruas Jalan TOL / Foto : Sahabat Rakyat Banten

Sahabat Rakyat Banten – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru – baru ini mengumumkan dampak terjadinya fenomena La Nina adalah akan turunnya hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Adapun daerah Banten sebagai wilayah yang sering terdampak Banjir Bandang perlu mewaspadai dampak dari fenomena La Nina ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana juga sudah menghimbau warga setempat untuk waspada akan terjadinya fenomena La Nina yang bisa mengakibatkan Banjir, Tanah Longsor, bahkan banjir bandang sekalipun.

Ia juga menjelaskan ada sekitar 4 daerah di Banten yang masuk kedalam zona rawan banjir dan longsor, dimana masyarakat di sekitar sudah seharusnya mewaspadai dampak dari fenomena alam La Nina akhir-akhir ini.

“Daerah Pandeglang, Lebak, Serang dan Cilegon itu yang rawan banjir dan longsornya. Tapi kalau banjirnya, banjir genangan juga sudah terjadi di Kota-kota,” ujar Nana, Senin (19/10/20).

Ia juga menginformasikan bahwa pihaknya akan berusaha melakukan pemantauan, memberikan mitigasi bencana, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait penanggulangan bencana.

Nana juga menjelaskan, jika banjir yang sering terjadi di daerah Banten tidak selalu murni dari turunnya hujan di Banten, terkadang banjir itu merupakan kiriman dari daerah lain yang sedang dilanda hujan deras.

“Kalau Banjir Di Tangerang, karena berbatasan dengan DKI dan Bogor yang memang dialiri sungai yang melintasi provinsi. Itu bisa terjadi banjir, kalau intensitas (hujan) tinggi dan durasinya lama yang terjadi di DKI atau Bogor misalnya,” ujar Nana.

Adapun untuk mengantisipasi hal tersebut Nana menyampaikan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas penanggulangan bencana di masa pandemi. (IR)