Aksi Demonstrasi Berpotensi Munculkan Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Foto unjuk rasa depan gedung DPR (Source : Google)

Sahabat Rakyat Banten – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian mengatakan, kerumunan demontrasi berpotensi menciptakan klaster baru yang merugikan para buruh. Donny mengingatkan para pekerja dan buruh yang turun ke jalan tetap menjalankan protokol kesehatan. “Ingat ada protokol kesehatan ya, kerumunan bisa menciptakan klaster baru dan akan merugikan buruh sendiri,” ujar Donny.

Sebelumnya, Satgas covid-19 juga menghimbau para demonstran tetap menjalankan protokol kesehatan, karena sebelumnya klaster pekerja industri sudah banyak bermunculan. “Klaster industri sudah banyak bermunculan dan ini berpotensi mengganggu kinerja pabrik dan industri lainnya, potensi serupa akan muncul dalam kegiatan berkerumun,” kata Wiku saat jumpa pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Jakarta Pusat.

Gelombang aksi unjuk rasa terus terjadi di sejumlah daerah menyusul pengesahan UU Cipta Kerja Senin (5/10) lalu. Aksi tersebut rencananya masih berlanjut hingga 8 Oktober 2020 mendatang.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, aksi buruh dilakukan dengan tertib, damai dan tidak anarkistis. Aksi ini dilakukan semata-mata untuk meminta Pemerintah dan DPR RI membatalkan Omnibus Law. “Kami mengimbau agar buruh yang melakukan aksi tetap mengutamakan kesehatan agar tidak terpapar Covid-19 dengan tetap menggunakan masker di lokasi aksi dan menjaga jarak di antara massa aksi,” kata dia. (MN)