KOPRI PMII Ciputat Gelar SKK se Jawa – Sumatera

Foto : Pelaksanaan SKK oleh PC KOPRI Ciputat / Sahabat Rakyat Banten

Banten sahabat rakyat – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Ciputat melalui Badan Semi Otonomnya KOPRI mengadakan Sekolah Kader Kopri (SKK) se-Jawa dan Sumatera bertempat di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Jakarta Timur, rabu-minggu (25-29/11).

Sahabat Wulan Sari Aliyatus Sholikhah, Ketua KOPRI PC PMII Ciputat mengatakan ‘Sekolah Kader KOPRI adalah jenjang kaderisasi wajib bagi anggota dan kader KOPRI yang bisa dilaksanakan oleh Pengurus KOPRI Cabang. Maka dari itu wajib bagi kami selaku Pengurus KOPRI PC PMII Ciputat memfasilitasi pelaksanaan SKK ini. yang man tujuannya untuk mencetak kader-kader Mujahid KOPRI yang Intelektual, kompeten dan berdaya saing.
SKK bertemakan ‘Revitalisasi Intelektual Kader KOPRI Melalui Gerakan Perempuan Berlandaskan Ahlussunnah Wal Jamaah’ maksudnya “mengembalikan fitrah citra diri Kader KOPRI sebagai kader intelektual yang bergerak memperjuangan hak-hak tanpa melupakan asas kesetaraan yang berlandaskan asas moderat ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdhliyah” jelasnya
Jumlah peserta dalam SKK kali ada 52 orang yang berasal dari 12 cabang diantaranya: Ciputat, Bandung, Bekasi, Cirebon, Yogyakarta, Indramayu, Jember, Serang, Lebak, Tangerang, Tasikmalaya, dan Palembang.
Materi yang diambil ada 16 materi, pematerinya antara lain: Wulansari, M.H, Ahmad Dicky Sofyan, S.Th.I, Asrori S Karni, S.Ag, M.H, Taufiq Madjid, S.Sos., M.Si, Juri Ardiantoro, Ph.D, Addin Jauharuddin, Islah Bahrowi, Wira Kurnia, S.Hum, Diah Irawaty, Dr. Diana Mutiah, M.Si, Erni Sugiyanti, S.Ag, Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A, Saidah Sakwan, M.A, Susiana Affandy, M.Si, Ratu Dian Hatifah, S.Ag, M.Pd, Ufi Ulfiah
“semoga SKK se-Pulau Jawa dan Sumatera ini bisa menjadi rule model baru pelaksanaan SKK se-Indonesia, dengan sistem seleksi yang ketat, kualifikasi peserta sudah mengikuti Sekolah Islam dan Gender (SIG) dan Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan juga peserta membuat essay dan mengetahui kondisi KOPRI di Komisariat/Cabang asal dibuktikan dengan catatan pribadi yang disampaikan ketika mengikuti Screening.
Selain itu, panitia juga memiliki kualifikasi-kualifikasi yang jelas dan terperinci terkait kelulusan calon peserta dan kelulusan pasca SKK” pungkasnya (shr)