Belum Jelas Pembangunan Huntara, Korban Banjir Lebak Bertahan di Tenda Pengungsian

Lebak, – Korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak sudah satu bulan lebih bertahan di tenda pengungsian karena belum adanya kejelasan pembangunan hunian sementara atau huntara dari pemerintah setempat.

“Kami belum mengetahui harus tinggal dimana pasca-bencana alam itu,” kata Arsudin (55) warga Susukan Desa Bungur Mekar Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Senin.

Masyarakat Kampung Susukan dan Bolang Kecamatan Sajira luluhlantak diterjang banjir bandang dan longsor hingga puluhan rumah hanyut dan rusak berat.

Bahkan, rumah miliknya hilang dan kini tinggal di tenda pengungsian yang lokasinya tidak jauh dengan kantor desa setempat.

Saat ini, masyarakat yang terdampak bencana alam itu terpaksa tinggal di huntara yang dibangun relawan dari Jakarta juga tenda pengungsian dan tinggal bersama anggota keluarga yang selamat dari banjir bandang tersebut.

Namun, dirinya bersama dua kepala keluarga kini tinggal di tenda pengungsian.

“Kami merasa bingung jika tinggal di tenda pengungsian dengan waktu jangka lama,karena kondisi tempat tinggal seperti itu tidak layak,” katanya menjelaskan.

Alamat (60), seorang warga Seupang Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak mengaku bahwa dirinya bersama 290 jiwa lainnya tinggal di tenda pengungsian dengan mendirikan tenda terpal dan plastik.

Ia mengaku, jika hujan tiba, ada saja yang bocor dan kedinginan saat malam, sementara kalau siang hari tanpa hujan, akan kepanasan.

“Kami tinggal dengan anak dan cucu di tenda pengungsian itu tentu tidak nyaman,” katanya menjelaskan.

Ia menyebutkan, warga yang kini tinggal di 50 tenda pengungsian yang dibangun relawan dan warga secara gotong royong. Saat ini, warga yang tinggal di 50 tenda itu sebanyak 290 jiwa dengan 70 kepala keluarga.

“Semua warga yang terdampak banjir bandang itu dari Kampung Seupang,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan saat ini warga yang terdampak banjir bandang dan longsor masih bertahan tinggal di tenda pengungsian maupun posko pengungsi, sebab, pembangunan huntara untuk menampung warga belum dilaksanakan.

Namun, menurut Kaprawi, lokasi tenda pengungsian maupun posko pengungsia berada di lokasi aman dari ancaman bencana alam.

“Kami minta warga pengungsi bersikap sabar dan pemerintah bekerja keras agar mereka bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman dari bencana banjir dan longsor,” katanya. (Ant)